Pantara Island: Dari Pulau Antuk Menjadi Resort
Foto ilustrasi.
Sebelum Jadi Resort, Pulau Ini Punya Nama Lain, Sob!
Kalau kamu membayangkan liburan di pulau resort, mungkin yang muncul adalah cottage, laut biru, aktivitas bahari, dan suasana jauh dari keramaian kota, Sob. Salah satu destinasi yang punya cerita perjalanan resort adalah Pantara Island di Kepulauan Seribu, Sob.
Dulu Namanya Pulau Antuk, Sob!
Situs resmi Pantara Island Resort menjelaskan bahwa pulau tersebut dahulu dikenal sebagai Pulau Antuk, Sob. Informasi dari pengelola menyebut resort ini diresmikan pada 28 Oktober 1987 oleh Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi pada masa itu, Soesilo Soedarman, Sob.
Berita ANTARA juga menyebut nama Pulau Antuk dan mengonfirmasi bahwa kawasan wisata tersebut diresmikan pada 1987, Sob. Perubahan identitas dari Pulau Antuk menjadi Pantara Island Resort merupakan bagian penting dari cerita perkembangan pariwisata pulau ini, Sob.
Perjalanan Pengelolaan Resort, Sob!
Menurut situs resmi pengelola, pada masa awal resort ini dioperasikan oleh manajemen Japan Airlines, kemudian sejak 1997 pengelolaannya berada di bawah PT Travel Pantara Jaya, Sob.
Informasi tersebut memberi gambaran bahwa Pantara Island berkembang sebagai destinasi yang dikelola dengan konsep resort, bukan sebagai pulau permukiman wisata seperti Pulau Tidung atau Pulau Pari, Sob.
Apa yang Membuat Pantara Menarik, Sob?
Pantara menawarkan pengalaman liburan di pulau dengan fasilitas menginap dan pilihan aktivitas yang dapat disesuaikan dengan paket yang tersedia, Sob. Pengunjung bisa mencari informasi mengenai aktivitas laut, menikmati suasana pantai, atau merencanakan waktu santai bersama pasangan, keluarga, maupun rombongan, Sob.
Sebelum memesan, pastikan kamu mengecek fasilitas kamar, jadwal kapal, pilihan makan, dan aktivitas yang benar-benar termasuk dalam paket, Sob.
Pantara Island, Pilihan Buat Sob yang Mau Liburan Resort
Pantara menarik untuk dipertimbangkan jika kamu ingin menikmati pengalaman menginap di pulau dengan pengelolaan resort, Sob. Sejarahnya menunjukkan bahwa destinasi wisata bukan hanya terbentuk dari keindahan alam, tetapi juga dari perjalanan pengelolaan dan pengembangan pariwisata, Sob.